<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>blackgerry tour</title>
	<atom:link href="http://blog.ujung-genteng.info/blackgerry/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.ujung-genteng.info/blackgerry</link>
	<description>tour d&#039;java of blackgerry</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Oct 2009 07:05:08 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Ujung Genteng Nirwana Pantai Selatan</title>
		<link>http://blog.ujung-genteng.info/blackgerry/2009/10/28/ujung-genteng-nirwana-pantai-selatan/</link>
		<comments>http://blog.ujung-genteng.info/blackgerry/2009/10/28/ujung-genteng-nirwana-pantai-selatan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 07:05:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blackgerry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ujung Genteng]]></category>
		<category><![CDATA[adventure]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Sukabumi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ujung-genteng.info/blackgerry/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Nirwana Pantai Selatan sudah semestinya disandingkan dengan Ujung Genteng, adalah salah satu pantai terindah di pesisir selatan pulau jawa yang langsung berhadapan  dengan liarnya samudera Hindia.
Artikel dan cerita-cerita perjalanan tentang UjungGenteng begitu berserakan di dunia maya,  ini membuktikan bahwa kawasan wisata alam pantai selatan Ujung Genteng sudah telah lama dinikmati oleh semua orang.
Kompas sebagai salah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ujung-genteng.info">Nirwana Pantai Selatan</a> sudah semestinya disandingkan dengan <a href="http://ujung-genteng.info">Ujung Genteng</a>, adalah salah satu pantai terindah di pesisir selatan pulau jawa yang langsung berhadapan  dengan liarnya samudera Hindia.</p>
<p>Artikel dan cerita-cerita perjalanan tentang <a href="http://ujung-genteng.info">UjungGenteng</a> begitu berserakan di dunia maya,  ini membuktikan bahwa kawasan wisata alam pantai selatan <a href="http://ujung-genteng.info">Ujung Genteng</a> sudah telah lama dinikmati oleh semua orang.</p>
<p>Kompas sebagai salah satu media mainstream telah melakukan ekspedisi pesisir selatan jawa, dan Ujung Genteng menjadi salah satu daya tarik ekspedisi di Selatan sukabumi selain pelabuhan ratu. Cerita  ekspedisi tersebut bisa dibaca di catatan ekspedisi kompas, namun begitu banyak yang belum di eksplorasi mengingat banyaknya lokasi menarik dan sempitnya waktu yang digunakan team kompas dalam ekspedisi tersebut. Namun yang menjadi catatan menarik adalah, potensi wisata Ujung Genteng ternyata masih banyak yang belum kenal bagi mayarakat Jakarta, Bandung apalagi kota-kota lain di Indonesia. Jalan yang kurang baik, serta jarak yang cukup jauh dari pusat kota menjadi salah satu alasa yang membuat orangberpikir dua kali menuju daerah tersebut.</p>
<p>Namun, Ujung Genteng tentunya tidak akan mengecewakan para pengunjungnya yang sudah bersusah payah menyempatkan diri berkunjung. Berbagai lokasi yang menarik dan eksotis dengan sendirinya melenyapkan lelah setelah perjalanan menuju lokasi.</p>
<p>Ujung Genteng dengan pesisir pantainya yang panjang dan pasir yang begitu putih bersih menjadi wajar dinyatakan ebagai Nirwana Pantai Selatan. Ombak Tujuh  yang menjadi primadona peselancar mancanegara karena ombaknya yang berurutan tujuh ombak dan tinggi. Pangumbahan selain terkenal dengan pasirnya yang putih menjadi tujuan para penyu Hijau untuk bertelur,  sehingga menjadi daya tarik wisatawan untuk menjadi saksi bagi binatang yang dilindungi ini dalam berkembang biak. Hutan perawan Cikepuh, dengan kondisi yang alami dan masih belum terjamah manusia menambah daya tarik yang penuh misteri.</p>
<p>masih banyak cerita menarik tentang wisata <a href="http://ujung-genteng.info" target="_self">Ujung Genteng</a> sebagai salah satu surga dunia di selatan pulau jawa, menunggu kita untuk menyaksikan Keagungan Pencipta untuk menjadi nilai Kekaguman pada-Nya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.ujung-genteng.info/blackgerry/2009/10/28/ujung-genteng-nirwana-pantai-selatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>live at Sukabumi</title>
		<link>http://blog.ujung-genteng.info/blackgerry/2009/10/23/live-at-sukabumi/</link>
		<comments>http://blog.ujung-genteng.info/blackgerry/2009/10/23/live-at-sukabumi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 03:32:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blackgerry</dc:creator>
				<category><![CDATA[life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ujung-genteng.info/blackgerry/2009/10/23/live-at-sukabumi/</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini hari pertama di Sukabumi. Setelah 13 jam perjalanan dari Lampung ke Sukabumi menggunakan si merah Shogun SP 125 andalan. Sebelumnya saya telah melakukan perjalanan dari Muntok, Bangka Barat menuju Lampung selama 12 jam dengan motor yang sama.
Sukabumi merupakan kampung halaman saya yang sudah lama sekali tidak tinggal secara lama. Sejak 9 tahun yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini hari pertama di Sukabumi. Setelah 13 jam perjalanan dari Lampung ke Sukabumi menggunakan si merah Shogun SP 125 andalan. Sebelumnya saya telah melakukan perjalanan dari Muntok, Bangka Barat menuju Lampung selama 12 jam dengan motor yang sama.</p>
<p>Sukabumi merupakan kampung halaman saya yang sudah lama sekali tidak tinggal secara lama. Sejak 9 tahun yang lalu lulus dari SMUN 1 Cibadak, dan hijrah ke <span class="fullpost"> Bumi Ruwa Jurai Lampung untuk menuntut ilmu dan mengadu nasib di Universitas Lampung.</p>
<p>Sukabumi 9 tahun yang lalu dengan kondisi sekarang tau jauh berbeda. kemacetan di setiap jalur, jalanan yang bergelombang serta hilir mudik angkot yang tak beraturan masih saja mewarnai kota. Yang mungkin berbeda adalah, mall yang bertambah, pemukiman yang makin padat serta pabrik menjamur dimana-mana.</p>
<p>Untuk beberapa hari kedepan, saya akan sedikit mengekplorasi daerah saya tercinta ini. Dan tentunya cerita saya seputar tempat kuliner, potensi sukabumi serta cerita perjalanan saya selama di Sukabumi. Demikian prakata saya setelah sampe di Kota tercinta ini, semoga berkesan dan bisa berbagi<br /></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.ujung-genteng.info/blackgerry/2009/10/23/live-at-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tour De&#8217; Sukabumi</title>
		<link>http://blog.ujung-genteng.info/blackgerry/2009/10/23/tour-de-sukabumi/</link>
		<comments>http://blog.ujung-genteng.info/blackgerry/2009/10/23/tour-de-sukabumi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 03:18:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blackgerry</dc:creator>
				<category><![CDATA[adventure]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ujung-genteng.info/blackgerry/2009/10/23/tour-de-sukabumi/</guid>
		<description><![CDATA[Niatnya sih ke Sukabumi pengen ngabisin liburan Road to Java kali ini. Pulang dari Surabaya transit di Bandung 2 hari, kemudian mengakhiri perjalanan di Sukabumi.
Sukabumi merupakan sebuah Kabupaten terluas di Jawa Barat, yang mana akan memakan banyak waktu untuk mengitari kota-kota didalamnya. Namun, tentunya akan sangat menyenangkan dan memberikan kesan tersendiri.
Dingin adalah hal yang biasa, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Niatnya sih ke Sukabumi pengen ngabisin liburan Road to Java kali ini. Pulang dari Surabaya transit di Bandung 2 hari, kemudian mengakhiri perjalanan di Sukabumi.</p>
<p>Sukabumi merupakan sebuah Kabupaten terluas di Jawa Barat, yang mana akan memakan banyak waktu untuk mengitari kota-kota didalamnya. Namun, tentunya akan sangat menyenangkan dan memberikan kesan tersendiri.</p>
<p>Dingin adalah hal yang biasa, ini point pertama yang dialami orang yang berkunjung ke kota ini. Sedangkan senyum manis mojang-mojangnya merupakan <span class="fullpost"> bonus untuk kita nikmati diantara lelah dan penat selama perjalanan.</p>
<p>Ada banyak lokasi menarik yang menjadi tujuan wisata bagi para pelancong, dan tentunya tak akan saya dapatkan dalam perjalanan kali ini. Kali ini, saya tidak bertindak sebagai pelancong yang menikmati berbagai lokasi wisata di daerah yang diapit 3 kota besar seperti Bogor, Jakarta dan Bandung. Saya kali ini bertindak sebagai Volunter.</p>
<p>Pekerjaan volunter dadakan tentunya harus saya nikmatin, karena aktivitas yang tidak dinikmatin tidak akan memberikan kesan yang bagus. Apakah ini project dadakan?kalo saya bilang sih ini semacam petualangan “dinas” freelance yang saya ramu sebagai liputan akhir pekan Blogger Lampung di pulau Jawa.</p>
<p>Ditemani lantunan lagu Radio NBS Fm, sebuah radio local yang cukup terkenal bagi kalangan remaja, saya menyusuri jalanan Sukabumi-Cisaat-Cibadak. Tujuannya adalah distribusi untuk kecamatan cibadak dan nagrak dari sebuah lembaga pemerintah yang saya Bantu kali ini.</p>
<p>Ngomong-ngomong tentang sukabumi, saya tentunya harus membagi cerita buat anda gimana sih enaknya stay di sana?dan gimana cara menikmatinya. Karena ini perjalanan “dinas” yang ditunggangi liputan traveling saya, maka saya akan lebih mengeksplorasi nuansa travellingnya.</p>
<p>Bersama avanza yang saya tumpangi, kanan kiri yang saya lewati adalah perbukitan indah gunung walat. Saya teringat 9 tahun yang lalu, ketika masih aktif dalam ekstrakurikuler SMA yang menyelenggarakan Acara semacam hiking dengan nama Nyukcruk Galur Lembur Singkur (NGLS) yang intinya menyusuri perbukitan Gunung Walat yang kini mulai gundul.<br /></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.ujung-genteng.info/blackgerry/2009/10/23/tour-de-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wisata Sukabumi, segala galanya ada disini &#8230;</title>
		<link>http://blog.ujung-genteng.info/blackgerry/2009/10/23/wisata-sukabumi-segala-galanya-ada-disini/</link>
		<comments>http://blog.ujung-genteng.info/blackgerry/2009/10/23/wisata-sukabumi-segala-galanya-ada-disini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 03:14:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blackgerry</dc:creator>
				<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ujung-genteng.info/blackgerry/2009/10/23/wisata-sukabumi-segala-galanya-ada-disini/</guid>
		<description><![CDATA[Postingan ini terinspirasi dari bahasan Sindo Jabar tentang Kemilau Jabar, dan saya mencoba mengganti objek bahasan dari Jawa Barat menjadi Sukabumi.
Sukabumi merupakan sebuah wilayah terluas dari provinsi Jawa Barat. Sehingga daerah ini terbagi menjadi wilayah kota dan kabupaten, bahkan sepertinya akan dimekarkan lagi menjadi beberapa kabupaten. Sukabumi seperti wilayah pasundan lainnya memiliki potensi wisata yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Postingan ini terinspirasi dari bahasan Sindo Jabar tentang Kemilau Jabar, dan saya mencoba mengganti objek bahasan dari Jawa Barat menjadi Sukabumi.</p></blockquote>
<p>Sukabumi merupakan sebuah wilayah terluas dari provinsi Jawa Barat. Sehingga daerah ini terbagi menjadi wilayah kota dan kabupaten, bahkan sepertinya akan dimekarkan lagi menjadi beberapa kabupaten. Sukabumi seperti wilayah pasundan lainnya memiliki potensi wisata yang melimpah sehingga bisa dikatakan semua kegiatan wisata akan ditemukan disini.</p>
<p>Berbagai potensi wisata di Sukabumi bisa ditemukan dari mulai ujung pantai sampai atas gunung yang tinggi. Sebut saja misalnya Ujung Genteng, sebuah kawasan wisata pantai dan laut yang menjadi sasaran wisata mancanegara yang tak kalah exoticnya dengan <span class="fullpost"> pangandaran dan Kuta Beach di Bali. di Ujung Gunung seperti hendak menyentuh langit ada Gunung Gede Pangrango yang tak kalah mentereng namanya di dunia wisata Alam Pegunungan Di Indonesia.</p>
<p>Sagala aya nya potensi wisata di Sukabumi bisa terlihat dengan beberapa objek wisata mulai dari wisata alam, heritage, ekotourism, wisata green product, wisata budaya (kearifan lokal), serta wisata event.</p>
<p>Ujung Genteng dan Pelabuhan Ratu bisa dibilang jadi andalan wisata pantai di Sukabumi yang sudah dikenal luas di mancanegara. Ujung Genteng terkenal dengan Pangumbahan, yang mana disana terdapat lokasi pennyu bertelur yang dilindungi, selain itu ombaknya yang cukup baik untuk melakukan surfing dengan gelombang yang stabil. Pelabuhan ratu terkenal dengan Samudera Beach Hotel, dimana disana katanya bersemayam Nyi Roro Kidul disebuah Kamar yang di keramatkan, pantai Karang Hawu nya pun sudah lama jadi lokasi istimewa untuk berlibur.</p>
<p>Pegunungan yang membentang di Sukabumi tak kalah menarik, Gunung Gede Pangrango tempat bersemayam Bunga Abadi Edelwise yang sering dituju para pendaki gunung. Gunung Halimun yang berada di kaki Gunung Gede juga terkenal dengan kawasan wisata Pondok Halimun (PH), daerah tersebut juga sangat asik buat fun bike dengan menyusuri perkebunan teh perbawati yang berujung di selter Utama menuju Gunung Gede. Beranjak kedalam kita bisa menyusuri jalan setapak menuju Sebuah Curug (Air Terjun) yang elok dan segar.</p>
<p>Wisata budaya dengan warisan adat dapat ditemui dalam perjalanan wisata kearifan lokal Sukabumi. Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar di Sirnaresmi, Cisolok, Sukabumi.(Sindo). Disana bisa kita temukan rumah yang masih khas kampung Adat dan budaya yang masih dipelihara oleh warganya.</p>
<p>Wisata air sebenernya cukup jadi andalan wisata Alam Sukabumi. Arung Jeram Citarik sudah jadi lokasi berbasah-basahan bagi penggiat arung Jeram Tanah Air, selain itu Kuliner atas air seperti Kawasan Lido dengan Rumah Makan atas Danaunya, serta berbagai wisata Air lainnya.</p>
<p>Masih banyak yang perlu digali, seberapa kreatif masyarakat dan pemerintah untuk mengekplorasinya, sejauh itulah kemajuan yang akan didapat dari pariwisata di sukabumi. (saungkuring.com 2009)</p>
<p>Jangan lupa, di Sukabumi sebetulnya masih memiliki banyak lokasi wana wisata yang belum tergarap serta belum populer di telinga penggiat wisata. Potensi wisata kreatif juga sebetulnya sangat mudah di temui disetiap jengkal kota di Sukabumi baik Kota maupun Kabupaten.</p>
<p>Sumber foto :</p>
<p>http://ujung-genteng.info<br />facebook sukabumi <br /></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.ujung-genteng.info/blackgerry/2009/10/23/wisata-sukabumi-segala-galanya-ada-disini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayo ke Sukabumi (Pondok Halimun)</title>
		<link>http://blog.ujung-genteng.info/blackgerry/2009/10/23/ayo-ke-sukabumi-pondok-halimun/</link>
		<comments>http://blog.ujung-genteng.info/blackgerry/2009/10/23/ayo-ke-sukabumi-pondok-halimun/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 02:57:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blackgerry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pondok Halimun]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ujung-genteng.info/blackgerry/2009/10/23/ayo-ke-sukabumi-pondok-halimun/</guid>
		<description><![CDATA[Tempat lain yang tak kalah menawan adalah Pondok Halimun, yang berjarak sekitar 5 kilometer arah barat laut Selabintana. Setelah melewati perkebunan teh yang menghijau di daerah Perbawati, wisatawan akan mendapatkan keteduhan di Pondok Halimun.
Di tempat wisata yang berada tak jauh dari gerbang masuk Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango ini, wisatawan akan mendapatkan tempat beristirahat yang amat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tempat lain yang tak kalah menawan adalah Pondok Halimun, yang berjarak sekitar 5 kilometer arah barat laut Selabintana. Setelah melewati perkebunan teh yang menghijau di daerah Perbawati, wisatawan akan mendapatkan keteduhan di Pondok Halimun.</p>
<p>Di tempat wisata yang berada tak jauh dari gerbang masuk Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango ini, wisatawan akan mendapatkan tempat beristirahat yang amat teduh dan sepi. Ditemani <span class="fullpost"> aliran hulu Sungai Cipelang yang jernih, wisatawan bisa mendapatkan kesegaran.</p>
<p>Jika sedang beruntung, wisatawan bisa menyaksikan atraksi kawanan monyet jenis lutung dan surili di dekat pintu masuk taman nasional. Di Pondok Halimun, wisatawan sering menghabiskan waktu untuk makan bersama perbekalan dari rumah. Penduduk Sukabumi biasa menyebutnya dengan ngaliwet, menu makanan yang terdiri dari nasi liwet, ikan asin bakar, tahu atau tempe goreng, sambal, dan lalap.</p>
<p>Wisatawan juga bisa memesan kepada penduduk sekitar ketika berkunjung ke Pondok Halimun. Di Pondok Halimun, udaranya amat dingin sehingga tak sedikit yang senang menikmati jagung bakar. (Agustinus Handoko)</p>
<p>sumber : kompas.com<br /></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.ujung-genteng.info/blackgerry/2009/10/23/ayo-ke-sukabumi-pondok-halimun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayo ke Sukabumi (Situ Gunung)</title>
		<link>http://blog.ujung-genteng.info/blackgerry/2009/10/23/ayo-ke-sukabumi-situ-gunung/</link>
		<comments>http://blog.ujung-genteng.info/blackgerry/2009/10/23/ayo-ke-sukabumi-situ-gunung/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 02:55:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blackgerry</dc:creator>
				<category><![CDATA[situ gunung]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ujung-genteng.info/blackgerry/2009/10/23/ayo-ke-sukabumi-situ-gunung/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Neli Triana dan M Clara Wresti
Selama ini warga Jakarta masih memilih Puncak sebagai tempat berlibur. Padahal, tidak jauh dari Puncak, kawasan Sukabumi yang terletak di kaki Gunung Gede-Pangrango bisa menjadi alternatif tempat berlibur yang menyenangkan. 
Jika ingin menikmati suasana pegunungan yang lebih kental, lanjutkan saja perjalanan ke Taman Wisata Alam Situ Gunung, bagian dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Neli Triana dan M Clara Wresti</p>
<p>Selama ini warga Jakarta masih memilih Puncak sebagai tempat berlibur. Padahal, tidak jauh dari Puncak, kawasan Sukabumi yang terletak di kaki Gunung Gede-Pangrango bisa menjadi alternatif tempat berlibur yang menyenangkan. </p>
<p>Jika ingin menikmati suasana pegunungan yang lebih kental, lanjutkan saja perjalanan ke Taman Wisata Alam Situ Gunung, bagian dari Taman Nasional Gede-Pangrango di Sukabumi. Letaknya sekitar 123 kilometer dari Jakarta, tepat sebelum Pos Polisi Sektor Cisaat, pelancong <span class="fullpost"> harus berbelok ke timur menuju kaki Gunung Gede-Pangrango. Jarak tempuh dari Cisaat ke Situ Gunung kira-kira 7 kilometer.</p>
<p>Situ Gunung yang terletak di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ini berada di ketinggian 950-1.150 meter di atas permukaan laut dengan suhu udara 16-28 derajat celsius.</p>
<p>Berada di kawasan wisata seluas hampir 120 hektar, banyak yang ditawarkan dalam wisata alam Situ Gunung. Yang terasa begitu istimewa di kawasan ini tentu saja pemandangan alam berupa danau seluas 6 hektar, Situ Gunung. Keindahan makin lengkap dengan adanya air terjun yang disebut Curug Sawer. Jika mengunjungi obyek wisata ini, bukan hanya pemandangan indah yang ditawarkan, tetapi sekaligus rute tracking melewati membelah bukit dan pinggir danau.</p>
<p>Sambil berjalan menikmati keindahan alam pegunungan ini, pelancong bisa melihat dari dekat flora yang tumbuh di Situ Gunung, di antaranya puspa (Schima walichi), rasamala (Altingia exelsa), damar (Agathis loranthifolia), saninten (Castania argantea), gelam (Eugenia fastigiata), lemo (Litsea cubeba), dan harendong cai (Medinela speciosa). Jika beruntung, pelancong bisa melihat babi hutan, kijang, macan tutul, kera, surili, jaralang, trenggiling, ayam hutan, dan tekukur.<br /></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.ujung-genteng.info/blackgerry/2009/10/23/ayo-ke-sukabumi-situ-gunung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayo ke Sukabumi (Danau Lido)</title>
		<link>http://blog.ujung-genteng.info/blackgerry/2009/10/23/ayo-ke-sukabumi-danau-lido/</link>
		<comments>http://blog.ujung-genteng.info/blackgerry/2009/10/23/ayo-ke-sukabumi-danau-lido/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 02:51:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blackgerry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lido]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ujung-genteng.info/blackgerry/2009/10/23/ayo-ke-sukabumi-danau-lido/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Neli Triana dan M Clara Wresti
&#8220;Keliling Danau Lido pakai perahu asyik banget, deh. Nanti kita juga bisa berhenti di restoran di seberang sana itu, restoran apung,&#8221; kata Nindya Sunu (10).
Bagi bocah asal Jakarta ini, berekreasi di Danau Lido di Jalan Raya Bogor-Sukabumi Kilometer 21, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cijeruk, Bogor, memang amat berkesan. Dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Neli Triana dan M Clara Wresti</p>
<p>&#8220;Keliling Danau Lido pakai perahu asyik banget, deh. Nanti kita juga bisa berhenti di restoran di seberang sana itu, restoran apung,&#8221; kata Nindya Sunu (10).</p>
<p>Bagi bocah asal Jakarta ini, berekreasi di Danau Lido di Jalan Raya Bogor-Sukabumi Kilometer 21, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cijeruk, Bogor, memang amat berkesan. Dia bermain bola, menerbangkan <span class="fullpost"> layang-layang, dan tentu naik perahu menjelajah danau yang masih tampak liar.</p>
<p>Danau Lido adalah danau alam yang terletak dekat perbatasan antara Bogor dan Sukabumi, Jawa Barat. Danau ini bisa menjadi persinggahan yang menyenangkan dalam perjalanan dari Jakarta ke Sukabumi. Namun, jika ingin melewatkan hari libur di sini pun bisa. Selain restoran apung tepat di sisi kiri jalan dari arah Jakarta, ada juga kawasan Lido Lakes Resort yang telah ada sejak 1935.</p>
<p>Kawasan wisata ini bisa dicapai dengan mudah, baik bagi yang naik kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Tersedia fasilitas menginap dan aneka atraksi cukup lengkap di Lido Lakes Resort dengan kisaran harga murah hingga yang terbilang mahal. Pilih saja, mau menginap di vila atau cottage bersih dan nyaman yang dibangun semasa Presiden Soekarno atau di resor modern.</p>
<p>Di antara vila-vila itu ada yang diberi nama Vila Megawati, yang memang dibangun dan diperuntukkan bagi Megawati oleh ayahnya, Presiden Soekarno, pada tahun 1950-1960-an. Wisatawan yang berminat bisa menyewa vila yang dikelola oleh Lido Recreation Centre, Lido Lakes Resort.</p>
<p>Dengan fasilitas hotel berbintang, tersedia lapangan golf bagi wisatawan, paralayang, paragliding, dan pesawat ultralight. Berkeliling kawasan pegunungan ini dengan pesawat ultralight hanya perlu biaya Rp 300.000- Rp 400.000 per 15 menit terbang.<br /></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.ujung-genteng.info/blackgerry/2009/10/23/ayo-ke-sukabumi-danau-lido/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayo Ke Sukabumi (Bagian Satu)</title>
		<link>http://blog.ujung-genteng.info/blackgerry/2009/10/23/ayo-ke-sukabumi-bagian-satu/</link>
		<comments>http://blog.ujung-genteng.info/blackgerry/2009/10/23/ayo-ke-sukabumi-bagian-satu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 02:45:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blackgerry</dc:creator>
				<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.ujung-genteng.info/blackgerry/2009/10/23/ayo-ke-sukabumi-bagian-satu/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Neli Triana dan M Clara Wresti
Selama ini warga Jakarta masih memilih Puncak sebagai tempat berlibur. Padahal, tidak jauh dari Puncak, kawasan Sukabumi yang terletak di kaki Gunung Gede-Pangrango bisa menjadi alternatif tempat berlibur yang menyenangkan.
Kurangnya pelancong ke Sukabumi karena mereka takut terjebak kemacetan lalu lintas menuju tempat wisata. Satu-satunya alternatif menuju lokasi-lokasi wisata di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Neli Triana dan M Clara Wresti</p>
<p>Selama ini warga Jakarta masih memilih Puncak sebagai tempat berlibur. Padahal, tidak jauh dari Puncak, kawasan Sukabumi yang terletak di kaki Gunung Gede-Pangrango bisa menjadi alternatif tempat berlibur yang menyenangkan.</p>
<p>Kurangnya pelancong ke Sukabumi karena mereka takut terjebak kemacetan lalu lintas menuju tempat wisata. Satu-satunya alternatif menuju lokasi-lokasi wisata di Sukabumi dari arah Jakarta memang hanya Jalan Raya Bogor-Sukabumi. Di jalan itu setidaknya terdapat tiga pasar dan beberapa pabrik. Akibatnya, pelancong yang menuju <span class="fullpost"> lokasi-lokasi wisata di Sukabumi dari arah Jakarta memang hanya Jalan Raya Bogor-Sukabumi. Di jalan itu setidaknya terdapat tiga pasar dan beberapa pabrik. Akibatnya, pelancong yang menuju Sukabumi kerap terkena macet di titik-titik tertentu.</p>
<p>Selain itu, pemakai jalan juga harus berbagi jalan dengan truk pengangkut air mineral, yang jumlahnya puluhan. Namun, rasa penat akibat antrean macet akan terbayarkan dengan keindahan alam di lokasi-lokasi wisata yang sebagian besar terletak di kaki Gunung Gede-Pangrango.</p>
<p>Tempat wisata itu antara lain Danau Lido, Situ Gunung, Selabintana, dan Pondok Halimun. Keempatnya memberikan keindahan pemandangan kaki gunung yang hijau, liar, dan belum tersentuh dengan desain-desain bangunan yang modern. Sungguh berbeda dengan kawasan Puncak yang sudah seperti kota modern di atas gunung.</p>
<p>Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di lokasi ini, seperti menjelajah danau, tracking ke hutan, sungai, dan air terjun, dan juga terbang dengan pesawat ultralight.<br /></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.ujung-genteng.info/blackgerry/2009/10/23/ayo-ke-sukabumi-bagian-satu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
